IHSG Turun 34%, Tapi Laba 80% Emiten Justru Melesat — Ini 10 Saham Pemenangnya


Paradoks terbesar 2026 baru saja terkonfirmasi secara resmi.

80% emiten di BEI berhasil membukukan laba di Q1 2026 tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Di saat yang sama, IHSG justru anjlok 34,74% dari awal tahun. Harga saham turun, tapi bisnis perusahaannya tumbuh.

Ini bukan anomali. Ini peluang.

Angka yang Bikin Geleng-Geleng

Untuk kelompok saham LQ45, laba bersih Q1 2026 tercatat meningkat hampir 30% tepatnya 29,9% — dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dan ini bukan pertumbuhan satu sektor. Pertumbuhan laba bersih inti 200 emiten terbesar Indonesia meningkat dari 5% YoY di Q4 2025 menjadi 13% di Q1 2026 sejalan dengan konsensus Bloomberg, bahkan mencerminkan akselerasi di tengah IHSG yang sudah turun 20% sejak awal tahun.

Artinya: saham-saham di keranjang belanjamu sekarang menjual "barang" yang kualitasnya makin bagus, dengan harga yang makin murah. Kalau ini terjadi di toko swalayan, kamu pasti langsung borong.

Ranking 10 Saham dengan Pertumbuhan Laba Tercepat Q1 2026

#SahamPertumbuhan Laba YoY
1BRPT (Barito Pacific)+459%
2MEDC (Medco Energi)+282%
3ESIP (Sinergi Inti Plastindo)+241%
4HRTA (Hartadinata Abadi)+189%
5ESSA (ESSA Industries)+131%
6PTBA (Bukit Asam)+105%
7BREN (Barito Renewables)+26%
8BMRI (Bank Mandiri)+16,6%
9BBNI (Bank Negara Indonesia)+7,06% (akselerasi)
10BBRI (Bank Rakyat Indonesia)+13,7%


Sektor yang tumbuh kuat di periode ini adalah komoditas dan energi terbarukan, dengan BRPT mencetak lonjakan 459% YoY dan BREN naik 25,6% YoY. 


Sementara sektor konsumer justru tertekan, seperti KLBF yang penjualannya naik tapi labanya turun akibat tekanan margin bahan baku.

Mana yang Menarik untuk Dikoleksi?

Pertumbuhan laba +459% di BRPT terlihat fantastis tapi perlu dibaca dengan hati-hati. 


Lonjakan tiga digit seperti itu sering terjadi karena basis perbandingan yang sangat rendah (low base effect), bukan karena bisnis yang tiba-tiba melesat.

Yang lebih relevan untuk investor jangka menengah adalah saham dengan pertumbuhan yang konsisten dan berakselerasi seperti BBNI yang trennya naik dari 4% ke 6% ke 7% setiap bulannya, atau BMRI yang mampu tumbuh 16,6% meski BI Rate naik dua kali dalam dua bulan.

BBRI menegaskan posisinya sebagai bank dengan laba bersih tertinggi di antara bank-bank besar Indonesia pada Q1 2026, mencapai Rp15,48 triliun dengan total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.562 triliun.

Baca juga: Bedah Saham BMRI: Laba Tumbuh 16% Tapi Harganya Masih Murah

Baca juga: Bedah Saham BBNI: 19 dari 19 Analis Bilang Beli

Baca juga: Bedah Saham ADRO: Satu-Satunya yang Bagi 99,96% Labanya


Kenapa Ini Penting Sekarang?

Karena musim laporan keuangan Q2 baru dimulai. Angka-angka yang kamu lihat di atas adalah Q1 — versi Q2 akan keluar mulai akhir Juli ini. 


Kalau tren akselerasi laba berlanjut, ini bisa menjadi katalis terkuat yang mengakhiri downtrend IHSG paling panjang dalam sejarah modern.

Pollrev akan segera merilis bedah lengkap masing-masing saham begitu laporan Q2 keluar.


Disclaimer: Bersifat edukatif. Bukan rekomendasi beli atau jual. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post

80+ Istilah & Tools Gratis

Bingung Mulai Belajar Saham?

Ikuti panduan step-by-step dari nol tanpa perlu background keuangan. Plus kalkulator & kamus saham gratis.

Mulai dari Sini →