Ranking Dividen Saham 2026: Siapa Paling Royal Bagi-Bagi Keuntungan?


Bayangkan rekening kamu tiba-tiba masuk transferan ratusan juta — bukan karena gajian, tapi karena kamu punya saham yang tepat. Itulah kenikmatan jadi dividend investor. 


Di tengah pasar saham yang lagi bergejolak sepanjang 2026 ini, justru inilah momen paling menarik untuk berburu saham dividen terbaik — karena harganya lagi murah, sementara imbal hasilnya makin besar.


Artikel ini akan membahas ranking saham dengan dividen tertinggi di Indonesia tahun 2026, siapa saja perusahaan paling royal bagi-bagi keuntungan, dan bagaimana cara membacanya dengan benar supaya kamu tidak terjebak "dividen semu."


Pahami Dulu: Apa Itu Dividen?


Dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Simpelnya begini: kamu beli saham suatu perusahaan → perusahaan itu untung → sebagian untungnya dikasih ke kamu dalam bentuk uang tunai.


Besar kecilnya dividen yang kamu terima tergantung pada dua hal:


Dividen per Saham (DPS) — berapa rupiah yang dibayar untuk setiap lembar saham yang kamu pegang.


Dividend Yield — ini yang paling penting untuk perbandingan. Rumusnya sederhana:

Dividend Yield = (Dividen per Saham ÷ Harga Saham) × 100%


Contoh gampang: saham harga Rp3.000 membagikan dividen Rp300 per saham → yield-nya 10%. Artinya uang kamu "berbunga" 10% hanya dari dividen, belum termasuk kalau harganya naik.


Kenapa 2026 Jadi Waktu Menarik untuk Saham Dividen?


Ada fenomena unik tahun ini. IHSG yang tertekan justru membuat dividend yield banyak saham terlihat jauh lebih besar secara matematis — karena harga sahamnya turun, sementara nominal dividen yang dibagikan tetap besar.

Ini seperti kamu beli rumah kontrakan di saat harga properti lagi turun. Harga belinya murah, tapi uang sewanya tetap sama. Hasilnya? Return yang lebih besar.


Ranking Dividen Saham Terbaik 2026

Berikut emiten-emiten yang menonjol dalam hal pembagian dividen di tahun 2026, dikelompokkan berdasarkan sektor:


Tier 1: Dividen Jumbo — Yield di Atas 10%


Saham-saham di kelompok ini adalah "mesin uang" dividen sesungguhnya. Tapi perlu diingat, yield besar biasanya datang bersama risiko yang lebih tinggi, terutama karena bergantung pada siklus harga komoditas.


1. BBRI (Bank Rakyat Indonesia)


  • Dividen per saham: Rp418 (tahun buku 2025)
  • Harga saham: sekitar Rp3.040
  • Estimasi dividend yield: ~13,75%
  • Payout ratio: 92% dari laba bersih


Ini angka yang luar biasa. Untuk konteks, bunga deposito bank saat ini ada di kisaran 4–5% per tahun. Artinya yield dividen BBRI hampir tiga kali lipat lebih besar dari taruh uang di deposito — dan kamu masih punya potensi capital gain kalau harga sahamnya pulih. 


BBRI juga sudah mencairkan dividen interim Rp137 per saham pada Januari 2026, dan sisanya Rp209 per saham dibayar pertengahan 2026.


2. ITMG (Indo Tambangraya Megah)


  • Kategori: tambang batu bara
  • Historis yield: sering di atas 10–15%
  • Keunikan: rajin bagi dividen dua kali setahun (interim + final)


ITMG adalah salah satu "raja dividen" di BEI. Nominal dividen per sahamnya sangat besar karena harga sahamnya memang tinggi (sekitar Rp22.000–28.000 per lembar). 


Setiap tahun, emiten ini konsisten bagi dividen — interim biasanya di sekitar September, final di sekitar April. Cocok untuk kamu yang mau passive income dua kali dalam setahun.


3. PTBA (Bukit Asam)


  • Kategori: tambang batu bara BUMN
  • Historis payout ratio: bisa mencapai 100% dari laba bersih
  • Estimasi yield 2026: sekitar 10–13%


PTBA punya rekam jejak paling royal dalam sejarah pembagian dividen di BEI. Di tahun buku 2022, PTBA membagikan seluruh labanya sebagai dividen — 100% payout ratio, sesuatu yang sangat langka. 


Sebagai BUMN di bawah MIND ID, PTBA punya kewajiban menyetorkan dividen ke negara, yang secara tidak langsung mendorong mereka untuk terus membagikan porsi besar dari laba.


Tier 2: Dividen Stabil — Yield 5–9%

Kelompok ini adalah favorit investor konservatif. Yield-nya tidak sefantastis tier 1, tapi lebih konsisten, lebih bisa diprediksi, dan risiko volatilitasnya lebih rendah.


1. BMRI (Bank Mandiri)


  • Dividen per saham: Rp476,95 (tahun buku 2025)
  • Sudah dibayar Rp100 per saham sebagai dividen interim (Januari 2026)
  • Sisa dividen final: Rp376,95 per saham, dibayar 25 Mei 2026
  • Estimasi dividend yield total: sekitar 7,34% (asumsi harga Rp6.500)
  • Payout ratio: 79% dari laba bersih


Bank Mandiri adalah bank BUMN dengan total aset terbesar di Indonesia. Dividen Rp44,47 triliun yang dibagikan dari laba Rp56,29 triliun menunjukkan betapa solidnya mesin laba bank ini. 


Buat kamu yang ingin kestabilan jangka panjang, BMRI adalah pilihan yang sangat bisa diandalkan.


2. BBNI (Bank Negara Indonesia)


  • Dividen per saham: Rp349,41 (tahun buku 2025)
  • Payout ratio: 65% dari laba bersih


BBNI memilih pendekatan yang lebih moderat soal dividen — 65% dibagikan, sisanya ditahan untuk ekspansi bisnis. Ini bisa jadi sinyal positif bahwa manajemen masih optimis dengan pertumbuhan ke depan.


3. ASII (Astra International)


  • Dividen per saham: Rp390 (cum date: 4 Mei 2026, bayar: 25 Mei 2026)
  • Keunikan: membagikan dividen dua kali setahun (interim + final)


Astra adalah konglomerat terbesar di Indonesia — bisnisnya mencakup otomotif, perkebunan, pertambangan, keuangan, hingga properti. 


Karena diversifikasi bisnis yang luar biasa ini, kinerja ASII relatif stabil meski satu sektornya sedang lesu. Buat investor yang tidak mau terlalu fokus ke satu industri, ASII adalah "paket lengkap."


4. BBCA (Bank Central Asia)


  • Akumulasi dividen interim dan final yang kompetitif
  • Dikenal sebagai bank paling efisien di Indonesia


BCA mungkin bukan yang paling tinggi yield-nya, tapi konsistensinya tak tertandingi. Selama lebih dari dua dekade, BCA tidak pernah skip membagikan dividen. Untuk investor yang menganut prinsip "tidur nyenyak", BBCA adalah jawabannya.


Tier 3: Dividen Menarik — Yield 4–6%

Saham-saham di kelompok ini menawarkan kombinasi antara kestabilan harga dan imbal hasil dividen yang cukup kompetitif.


1. BJTM (Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur)


  • Yield tahunan historis: stabil di kisaran 6–8%
  • Cocok untuk: investor yang mencari bank daerah dengan yield lebih tinggi dari bank nasional


Bank daerah sering luput dari radar investor besar, padahal yield-nya bisa lebih menarik. BJTM adalah contoh terbaik — kredit berbasis pegawai pemerintah (payroll) membuat risiko gagal bayarnya sangat rendah, sementara dividen yang dibagikan cukup konsisten dari tahun ke tahun.


2. BJBR (Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat)


  • Dividen per saham: Rp85,54 (cum date: 7 Mei 2026, bayar: 26 Mei 2026)
  • Karakteristik serupa dengan BJTM: basis kredit payroll, risiko rendah


3. TLKM (Telkom Indonesia)


  • Sektor: telekomunikasi
  • Dikenal dengan dividen yang konsisten dan cenderung naik setiap tahun


Telkom adalah perusahaan infrastruktur digital terbesar Indonesia. Bisnis internet, cloud, dan data center yang terus tumbuh menjadi bantalan laba jangka panjang. 


Yield-nya mungkin tidak spektakuler, tapi ini adalah tipe saham yang kamu pegang 10 tahun dan tidak perlu khawatir.


Emiten Lain yang Layak Diperhatikan

Beberapa emiten lain yang juga membagikan dividen menarik di 2026:


  • PRDA (Prodia Widyahusada) — Rp162,68 per saham (sektor kesehatan)
  • JPFA (Japfa Comfeed) — Rp140 per saham (sektor peternakan/pangan)
  • UNTR (United Tractors) — sektor alat berat, anak usaha ASII yang juga konsisten bagi dividen
  • ADRO (Alamtri Resources) — sejarah panjang dividen jumbo, kini portofolio lebih beragam
  • AKRA (AKR Corporindo) — Rp50 per saham (cum date: 6 Mei 2026)

Tabel Ringkasan Ranking Dividen 2026

EmitenDividen/SahamEst. YieldKategori
BBRIRp418~13,75%Perbankan
ITMGVaries10–15%Batu bara
PTBAVaries10–13%Batu bara BUMN
BMRIRp476,95~7,34%Perbankan BUMN
BBNIRp349,41~6–7%Perbankan BUMN
ASIIRp390~5–7%Konglomerat
BJTMVaries6–8%Bank Daerah
TLKMVaries4–6%Telekomunikasi
BBCAVaries3–5%Perbankan Swasta

Catatan: Yield dihitung berdasarkan harga saham pada periode pembagian dividen dan dapat berubah sesuai pergerakan pasar.

Waspada "Dividend Trap" — Jebakan Dividen Tinggi

Ini bagian yang paling sering diabaikan pemula: tidak semua yield tinggi itu bagus.

Yield tinggi karena harga saham anjlok adalah tanda bahaya. Bayangkan saham yang biasanya Rp5.000 tiba-tiba anjlok ke Rp1.000 karena ada masalah besar di perusahaan, tapi masih membagikan dividen Rp200. Yield-nya terlihat 20% — tapi kamu sudah rugi 80% dari investasi pokok!

Cara menghindari dividend trap:

Cek payout ratio. Kalau perusahaan membagikan dividen lebih dari 100% dari labanya (artinya dividen diambil dari cadangan atau utang), itu sinyal bahaya. Dividen yang berkelanjutan harus berasal dari laba operasional yang sehat.

Cek tren laba. Apakah laba perusahaan stabil atau cenderung naik? Dividen yang konsisten naik jauh lebih berharga dari dividen besar yang hanya terjadi sekali.

Cek utang. Perusahaan dengan utang sangat besar di lingkungan suku bunga tinggi seperti sekarang punya risiko lebih besar. Sebagian laba yang harusnya jadi dividen bisa tersedot untuk bayar bunga.

Cek sektor. Saham batu bara memang sering kasih dividen jumbo, tapi sangat bergantung pada harga komoditas global yang bisa turun drastis. Diversifikasi portfolio antara sektor komoditas dan sektor defensif (perbankan, konsumer, telekomunikasi) adalah strategi yang lebih bijak.

Strategi Berburu Dividen yang Cerdas

Pahami jadwal penting ini:

Cum Date — batas terakhir kamu harus sudah pegang sahamnya agar berhak dapat dividen. Beli sebelum cum date = dapat dividen.

Ex Date — hari saham diperdagangkan tanpa hak dividen. Biasanya harga langsung turun sebesar nilai dividen.

Payment Date — tanggal dividen masuk ke rekening kamu.

Jangan cuma kejar dividen, perhatikan juga harga setelah ex-date. Seringkali harga saham turun setelah ex-date karena "efek dividen" sudah hilang. Kalau kamu beli mahal tepat sebelum cum date, kamu bisa rugi lebih besar dari dividen yang kamu terima.

Strategi terbaik: beli jauh-jauh hari sebelum cum date, saat harga belum terkerek naik karena perburuan dividen. Ini biasanya 1–3 bulan sebelum pengumuman dividen.

Kesimpulan: Pilih Dividen yang Sesuai Profil Kamu

Tidak ada jawaban tunggal untuk saham dividen terbaik — semuanya tergantung tujuan dan profil risikomu:

Mau yield maksimal dan siap terima volatilitas? ITMG, PTBA, atau BBRI di harga saat ini bisa jadi pilihan menarik.

Mau dividen stabil dan tidur nyenyak? BMRI, ASII, atau BBCA adalah kombinasi dividen dan ketenangan pikiran yang sulit ditandingi.

Mau diversifikasi? Campurkan antara sektor komoditas (ITMG/PTBA) untuk yield tinggi, perbankan BUMN (BMRI/BBRI) untuk kestabilan, dan sektor infrastruktur/telkomunikasi (TLKM) untuk pertumbuhan jangka panjang.

Yang paling penting: dividen bukan pengganti analisis fundamental. Perusahaan yang sehat akan terus membagikan dividen — sementara perusahaan yang bagi dividen besar tapi kondisinya memburuk, cepat atau lambat akan berhenti atau malah jadi musibah buat portfolio kamu.

Investasi yang paling menguntungkan adalah investasi yang kamu pahami dan bisa kamu tidur nyenyak karenanya.

Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham. Semua keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Data dividen per saham berdasarkan informasi yang tersedia per Mei 2026.

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post